Bahasa Rusak, Bahasa Orang Minder
15 April, 2009 | | Kategori: Sok-Sok Ingglis“Bahasa kita sekarang ini sudah semakin tidak karuan, amburadul. Orang tidak bisa lagi membedakan mana bahasa Inggris mana bahasa Indonesia. Lihat saja. Orang seenaknya saja mencampur-adukkan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris dengan logat yang tidak kalah campur-aduknya. [c]ancel untuk menggantikan batal atau bahkan tunda; event, dengan pelafalan /i:vn/ (yang, dalam bahasa Inggris, mengacu pada kata even artinya bahkan), untuk menggantikan acara atau kejadian, juga bahasa-bahasa kompyuter.”
Ungkapan bernada prihatin ini datang dari Ibu Wakijo (nama samaran-red), penjual lotek* terkenal dekat kampus X, yang juga ahli bahasa manusia dan bahasa binatang melata, menjawab pertanyaan dari wartawan surat kabar LidahIbu seputar gejala yang terjadi pada bahasa Indonesia. Dalam pandangan beliau, yang mengharuskan anaknya bersekolah dengan baik ini agar tercapai cita-citanya setinggi langit ke tujuh, pemakaian bahasa Indonesia yang tidak tepat merupakan sikap minder bangsa ini menghadapi serbuan bahasa-bahasa asing yang sudah mapan. Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa yang boleh dicampur-campur itu hanya dagangannya saja, lotek, bukan bahasa.
“Orang-orang terpelajar sekarang itu lucu, masa ada tulisan in dan out di hotel-hotel atau tempat pengisian BBM. Kayak main bulu tangkis aja. Semestinya, kan, entrance dan exit. Maunya keren, eh, malah salah,” tutur ibu Wakijo memberi contoh kesalahan penggunaan bahasa Inggris.
Jadi, banggakah Anda berBahasa? Atau, sudahkah Anda berBahasa dengan gagah dan perkasa hari ini?
*lotek adalah nama makanan, seperti gado-gado. Gado-gado itu ya seperti lotek.
