Busana Resmi
15 April, 2009 | | Kategori: Asal-Usul KataOleh Wahmuji
Untuk rubrik Asal Usul Kata edisi percobaan ini kita akan bermain-main dengan busana resmi yang dipakai pria dan wanita Indonesia. Busana resmi adalah busana yang (harus) dipakai pada acara-acara resmi kenegaraan, dikenakan di kantor-kantor negara dan perusahaan besar (apalagi milik korporasi transnasional yang bikin Indonesia jadi negara kuli), di kampus, dan, tentu saja, di perpustakaan!
Untuk tidak disebut buas alias tak beradab, maka diciptakanlah konsep busana resmi. Nah, kita mulai dari bawah, ya. Pria Indonesia mengenakan sepatu (Spanyol: zapato), kaus kaki (Belanda: kous), celana atau pantalon (Sansekerta: calanaka, Prancis: pantalon), singlet (Inggris: singlet), baju atau hem (Persia: bazu, Belanda: hemd), dasi (Belanda: dasje), jas (Belanda: jas), dan, di beberapa tempat, kopiah (Arab: kuffiyatun). Sedangkan wanitanya, jika tidak memakai sepatu, ia mengenakan selop (Belanda: slof), rok (Belanda: rok), blus (Prancis: blouse), BH (Belanda: BH, singkatan buste houder, artinya ‘penyangga payudara’), bleser (Inggris: blazer) dan, misalnya, jilbab (Arab: jilbab).
Jadi, busana yang sekarang sudah kita akui sebagai busana resmi milik bangsa, ternyata, dilihat dari lemanya (kosa katanya), merupakan campuran yang unik dari beberapa bahasa. Pantas saja, yak, Remy Sylado menyebut, “9 dari 10 Kata Bahasa Indonesia Adalah Asing.”
_________________
Sumber:
Munsyi, Alif Danya. 2005. Bahasa Menunjukkan Bangsa. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia
