“Fungsi Bahasa dan Sikap Bahasa” dan “Saussure untuk Pemula”

15 April, 2009 | Edisi: | Kategori: Pustaka Gokil

Oleh Nikodemus Wuri Kurniawan

Fungsi Bahasa dan Sikap Bahasa

Fungsi Bahasa dan Sikap Bahasa



Pustaka Pertama

Judul                                     : Fungsi Bahasa dan Sikap Bahasa

Penulis                                 : Harimurti Kridalaksana

Penerbit                              : Penerbit Nusa Indah

Tahun Terbit                      : 1985

Kota Terbit                          : Ende

Jumlah Halaman               : 161 halaman

Ulasan

Adakah yang pernah menduga kalau persoalan bahasa asing yang membabibuta, menyebarkan virus keinggris-ingrisan, pada zaman sekarang ini sebetulnya sudah dibahas pada masa lampau - sekitar tahun 1970-an? Buku kecil sakti berwarna kuning, dalam salah satu tulisannya, ini memberi jawabannya.

Buku yang ditulis oleh Harimurti Kridalaksana, seorang ahli bahasa yang terkenal, ini merupakan kumpulan esai tentang berbagai aspek Bahasa Indonesia yang ditulis pada sekitar tahun 1970-an. Tulisan-tulisan yang dihadirkan dalam buku dipilih atas dasar sifatnya yang tidak terlalu teknis dan yang dianggap dapat memberi manfaat langsung bagi pengembangan bahasa nasional, tanpa bersikap menggurui atau memberi resep/jurus ampuh bagi pengembangan Bahasa Indonesia.

Esai-esai yang banyak mengetengahkah wawasan dan gagasan tentang bahasa Indonesia ini dikumpulkan dari karangan Harimurti Kridalaksana yang pernah diterbitkan oleh harian Kompas, Sinar Harapan dan majalah Budaja Djaja. Karangan-karangan tersebut tadinya berupa ceramah, kertas kerja, dan ada pula yang berupa bahan polemik.

Lalu apa saja isinya? Ada 21 esai bahasa dalam buku kecil ini. Seperti yang sudah disinggung pada paragraf awal diatas, bahasan awal dalam buku ini berjudul “Haruskah kita mengorbankan bahasa nasional kita untuk melayani turis asing dan perusahaan asing?”. Tulisan dengan judul lumayan panjang ini bermaksud memberi gambaran tentang penggunaan bahasa Inggris di negeri tercinta ini yang seolah-olah menjadikan Republik Indonesia sebagai negara yang dwibahasa (bilingual). Tengok saja, di jalan-jalan kota terpampang tanda-tanda bertulisan KEEP YOUR CITY CLEAN, atau WELCOME. Apa masalahnya? Dalam esainya, secara sepintas lalu bisa dikatakan bahwa tidak semua turis menguasai bahasa Inggris. Pendek kata, tanda-tanda bertulisan Bahasa Inggris sama sekali tidak menolong. Lalu, ada juga esai yang berjudul “Pembinaan bahasa Indonesia - apakah yang kita maksud?”, menerangkan tentang pembinaan bahasa yang biasanya diberi pengertian pedagogis yang sangat sempit, yang pada umumnya berarti menanamkan kebiasaaan memakai kalimat-kalimat dan kata-kata Indonesia secara betul. Pada akhirnya, konsepsi yang sempit ini justru menjauhkan pengguna bahasa dari pengertian tentang fungsi bahasa yang sebenarnya bahwa berbahasa yang baik itu berarti berpikir jernih dan berkomunikasi dengan sangkil.

Masih banyak esai-esai lainnya yang enak untuk makanan otak. Buku lama tak selamanya bau tanah, masih enak untuk dimakan! Mak Nyus!!

Saussure untuk Pemula

Saussure untuk Pemula

Pustaka Kedua

Judul                                     : Saussure untuk Pemula

Penerjemah                       : Mei Setiyanta dan Hendrikus Panggalo

Penerbit                             : Penerbit Kanisius

Tahun Terbit                      : 2002

Kota Terbit                          : Yogyakarta

Jumlah Halaman               : v + 122 halaman

Ulasan

Ada yang sudah kenal dengan Ferdinand de Saussure? Apakah dia yang membuat Terusan Suez? Apakah dia pemain sepak bola? Kalau belum kenal, belum tahu, atau belum pernah menyebut namanya dalam mimpi, sekiranya buku ini pantas untuk dibaca, Saussure untuk Pemula.

Buku yang diterjemahkan dari buku W. Terrence Gordon, SAUSSURE FOR BEGINNERS oleh Mei Setiyanta dan Hendrikus Panggalo, diterbitkan oleh Penerbit Kanisius ini melengkapi seri buku-buku “untuk pemula”. Lalu mengapa buku ini yang mendapat kehormatan hadir dalam rubrik ini? Tak lain dan tak bukan, karena Saussure itu bapak lingusitik modern. Namanya menjadi sangat penting. Berkat dirinya terjadi perubahan pada ilmu linguistik modern. Tak hanya itu saja, Ia membuka gerbang baru dalam antropologi, kritik sastra, dan psikoanalisis - seorang strukturalis pasti akan menyebut namanya berulang-ulang, sampai berbuih-buih mungkin.

Namun, pemikiran Saussure, kecuali anda seorang ahli lingusitik, memang tidak mudah dibaca. Untuk itulah buku yang berjudul “Saussure untuk Pemula” ini lahir ke dunia dengan selamat untuk memuaskan para pembaca pemula yang haus ilmu pengetahuan.

Dengan memakai bahasa untuk pembaca pemula, buku ini menerangkan sebagian besar hal yang masih berkaitan dengan Saussure, mulai dari keluarganya, pendidikannya, pemikiran-pemikirannya, tokoh-tokoh yang diilhami pemikirannya, sampai kegiatan yang dilakukan Saussure bila tidak sedang berkutat dengan linguistik.

Dalam bagian “Saussure Sekilas Pandang” dalam buku ini, sebagai ringkasan atas pemikirannya, Saussure juga menyatakan apa yang bukan bahasa: “Bahasa bukanlah sebuah mekanisme yang diciptakan dengan maksud untuk mengungkapkan ide.” Lalu, ada juga bagian yang menerangkan “Dualitas Saussure”, pasangan-pasangan istilah-istilah berlawanan yang digunakan Saussure untuk mengorganisasi pendekatannya pada linguistik: bahasa/penuturan (langue/parole), signifier/signified, sinkronis/diakronis, bentuk/isi, arti/nilai, perbedaan/oposisi, hubungan-hubungan linear/hubungan-hubungan asosiatif, bersifat sewenang-wenang/terpengaruhi.

Untuk menutup ulasan ini ada baiknya mengutip tulisan dari buku pemula ini. (Mungkin) dari Derrida: “Mengapa saya tidak mempelajari Saussure dengan lebih cermat? Mengapa mereka tidak memiliki For Beginners ketika saya pada tahap permulaan?”

  • Share/Save/Bookmark
(Berikan Rating)
Loading ... Loading ...

Berikan Komentar