Name Card

15 April, 2009 | Edisi: | Kategori: Sok-Sok Ingglis

Oleh Nikodemus Wuri Kurniawan

Pak Barjo, seorang tukang becak, duduk termenung di bawah pohon beringin. Dia terlihat panik dan gelisah. Teringat anaknya yang masih sekolah, kelas 2 SD, ia mengurungkan niatnya untuk beristirahat.

“Aku harus berjuang. Semangat!”ujarnya dengan lantang, tapi di dalam hati.

Di atas sadel becaknya beliau berharap ada keajaiban seperti cerita-cerita sinetron yang ditonton tetangganya. Pucuk di cinta ulam pun tiba. Selembar liflet menabrak mukanya. Tak ada yang istimewa, tapi ada sesuatu yang membuatnya berseri.

“Bapak sudah tahu jawaban dari pertanyaanmu, Nak. Ini! Bapak juga sudah pastikan pada mahasiswa langganan bapak. Pastiiiiiii benar, deh!”

“Asyik! Terima kasih ya, Pak!” sambut anaknya riang.

***

“Pak, kata bu guru, bahasa Inggrisnya kartu nama itu business card bukan name card,” tutur anaknya saat bapaknya pulang. Sang bapak cuma bingung memandangi liflet yang ditemukannya kemarin.

Pesan Moral: Jangan mudah percaya pada sesuatu (termasuk lifflet, iklan di TV, kampanye partai politik, juga bahasa, apalagi tulisan ini (hehehe…ya, maap)-red). Apabila Anda ragu, jangan ragu membuka kamus bahasa! Tidak punya kamus? Beli! Tidak punya uang? Pinjam di perpustakaan! Tidak ada perpustakaan? Kirim sms pada redaksi!

  • Share/Save/Bookmark
(Berikan Rating)
Loading ... Loading ...

Satu komentar
Berikan komentar »

  1. liflet?
    lifflet?

    tm did not rate this post.

Berikan Komentar