Kata dan Makna
17 April, 2009 | | Kategori: Pustaka GokilJudul : Kata dan Makna
Penulis : M M Purbo-Hadiwidjoyo
Penerbit : Penerbit ITB Bandung
Tahun Terbit : 1993
Kota Terbit : Bandung
Jumlah Halaman : 117
Ulasan
Seperti yang dapat ditemui pada bagian prakata, buku ini mulanya berbentuk makalah mengenai cara membuat istilah yang disampaikan dalam penataran para calon penulis buku ajar perguruan tinggi pada awal tahun ‘80an. Membaca kata penataran dan juga tahun ‘80-an citra-citra gelojotan hadir di kepala saya: ruang kelas dengan seorang penatar serius, yang berkacamata tebal dengan gagang yang terbuat dari gading, dan juga peserta-peserta penataran yang duduk di ruang yang terlihat sesak, panas; dan sebentar lagi mereka akan saling melempar banyolan - lalu kejadian-kejadian konyol yang kebanyakan slepstik akan terjadi. Penataran itu kemudian berakhir dengan leha-leha bersama di tepi pantai. Entahlah, mungkin selera film saya tidak terlalu bagus. Jadi, maafkanlah.
Untuk memperbaiki selera film saya, dan pengaruh buruknya dalam membentuk citra-citra yang muncul timbul tenggelam di dalam pikiran, maka saya pikir membaca mungkin bisa membantu. Jadilah saya mencoba membongkar pemahaman diri sendiri tentang proses penerjemahan dan segala macam bahasan mengenainya dalam membaca buku Kata dan Makna oleh M. M. Purbo-Hadiwidjoyo ini. Sekalipun selera film saya akan tetap kacau, mungkin sudut pandang baru yang diberikan buku ini bisa mencerahkan saya dalam hal penerjemahan. Harapannya, hal-hal lain bisa turut-serta mencerah juga.
Hal yang menjadi pokok bahasan penting dalam buku ini, menurut penulisnya sendiri, adalah anggitan (konsep), batasan (definisi), serta masalah imbuhan yang dinilai sangat penting dalam merimbak alias membentuk kata baru, khususnya sehubungan dengan peristilahan. Tentang merimbak ini, memang terdapat perhatian khusus sehingga kajian mengenainya dibahas dalam tiga bab secara runtut. Semua pokok bahasan disusun dengan sistemasi yang memberikan uraian yang cukup luas dalam pendahuluannya. Hal ini dapat dilihat dengan adanya tinjauan sejarah tentang perjalanan bahasa Melayu ke bahasa Indonesia modern, pengaruh istilah-istilah asing, dan penyimpangan-penyimpangan yang muncul sebagai akibat dari kurangnya perbendaharaan kata - juga penggunaan kata yang maknanya tidak dikuasai atau yang penentuan maknanya hanya berdasarkan tebakan saja.
Uraian tentang corak dan ciri kata bahasa Indonesia dituturkan dalam ringkasan historis yang juga teoritis karena merujuk pada penggolongan tentang kata yang dilakukan oleh para ilmuwan bahasa, mulai dari J. Roman (1653), yang meneliti tentang bahasa Melayu, sampai G. Keraf (1969), yang membahas tata bahasa pedadogis yang berorientasi linguistik. Rangkuman ini diikuti dengan pendapat bahwa bahasan tentang jenis kata ini masih belum selesai. Pada akhir setiap bab akan ditemui bagian-bagian khas dari ‘buku ajar’, seperti ringkasan dan juga soal latihan yang diberi judul ‘perlatihan’.
Banyak hal yang bisa didapatkan dari bahasan-bahasan dalam buku ini. Meskipun terkesan sedikit bersifat praktis dan teknis, uraian-uraian yang diberikan menawarkan sudut pandang-sudut pandang baru yang bisa membawa pembaca pada permenungan atas proses pembelajaran. Itu menurut saya, dan citra-citra yang timbul tenggelam di pikiran saya. Buat Anda, dan juga citra-citra yang ada di kepala Anda, saya ucapkan selamat membaca. Semoga menjadi cerah! Saya mau ke pantai dulu. Yuk, Don.
