Khazanah ‘Nanggung’

17 April, 2009 | Edisi: | Kategori: Khazanah Kata Bahasa Indonesia

Oleh Wahmuji

Dalam sebuah esai yang ditulis oleh CH Dwi Anugrah di KOMPAS, Sabtu 3 Januari 2009, berjudul ‘Nilai Estetis Tari Gambyong’, saya menemukan dua padanan-kata yang menarik untuk mengganti lema ‘representatif’ dan ‘multi’, dua lema yang muncul di paragraf kedua esai tersebut. Saya mengira, dengan berharap-harap cemas tentu saja, bahwa saya akan menemukan tawaran-tawaran lema lain untuk istilah-istilah serapan dari bahasa asing. Secara pribadi, saya berharap menemukan lema bahasa Nusantara untuk menggantikannya.

Sayangnya, selain hanya menemukan istilah-istilah khusus dalam gerak tari yang memang sangat khas dan sepatutnya dipertahankan, harapan saya tidak terpenuhi. Malahan, saya cukup kecewa dengan lompatan penyerapan yang cukup keterlaluan yang dilakukan Dwi Anugrah. Saya menemukan lema-lema ‘akademis-ilmiah’, seperti ’spesifikasi’, ‘korelasi’, ‘transisi’, ‘regulasi’, ‘implementasi’ ‘perfek’, dan  ‘basic’. Sebagai contohnya, perhatikanlah kalimat ini: “Tari Gambyong sebagai tarian wanita mempunyai regulasi-regulasi dalam implementasi geraknya sehingga privasi geraknya tampak dibatasi”.

Terlepas dari pengetahuan Dwi Anugrah tentang tari dan sumbangsih tafsirnya atas Gambyong, saya melihat penggunaan lema-lema itu mengisyaratkan watak khas penulis esai di Indonesia (khususnya yang saya baca di mediamassa), yaitu: sebisa mungkin (harus) kelihatan akademis dan ilmiah dengan kata-kata serapan yang melimpah.

***

Untuk rubrik KHAZANAH LEMA BAHASA INDONESIA kali ini, LIDAHIBU menawarkan 5 lema bahasa Indonesia (dua lema dari esai Dwi Anugrah) sebagai padanan dari kata-kata asing yang diserap. Inilah kelimanya:

 

  • re.pre.sent.a.tive (kata sifat) (diserap menjadi representatif )→ wadhag (nonrepresentatif → tan wadhag)
  • mul.ti.in.ter.pre.ta.tion (kata benda) (diserap menjadi multi-interpretasi) → teba-tafsir, banyak-tafsir
  • con.cen.tra.tion (kata benda) (diserap menjadi konsentrasi) → darana
  • bi.na.ry op.po.si.tion (kata benda) (diserap menjadi oposisi biner) → kosok bali
  • gen.er.al.i.za.tion (kata benda) (diserap menjadi generalisasi)→ pemukulrataan

Nah, itu dia kosakata yang LIDAHIBU tawarkan. Keren, kan? Semoga mampu memperkaya khazanah pengetahuan kita dalam berbahasa.

Untuk KHAZANAH LEMA BAHASA INDONESIA selanjutnya, LIDAHIBU akan menghadirkan beberapa tawaran kosakata bahasa Indonesia untuk istilah-istilah yang berkaitan dengan alam komputer dan internet. Tunggu, ya. Akhir kata, salam jilat! Salam LIDAHIBU.

  • Share/Save/Bookmark
(Berikan Rating)
Loading ... Loading ...

Berikan Komentar