Anggitan, Risalah, Buku Ajar, Singu, Lasak

24 Mei, 2009 | Edisi: | Kategori: Khazanah Kata Bahasa Indonesia

Oleh Wahyu Adi Putra Ginting

le.ma. n 1 kata atau frasa masukan dalam kamus di luar definisi atau penjelasan lain yang diberikan dalam entri; 2 butir masukan; entri

Pengantar Redaksi: Dalam acara Peluncuran LIDAHIBU dan lidahibu.com, pada 21 April 2009 lalu, Prof. I Putu Dewa Wijana memberi masukan kritis tentang penggunaan istilah-istilah yang dipakai oleh LIDAHIBU, entah sebagai judul rubriknya atau pun dalam penulisan artikelnya. Salah satu yang paling mengena adalah istilah lema. Lema berbeda makna dengan kata atau frasa (maka, penggunaannya tak dapat disejajarkan). Makna lema dibatasi oleh lingkup penulisan kamus saja. Makanya, meneruskan kritik jitu Pak Putu, LIDAHIBU mengganti judul rubrik KHAZANAH LEMA BAHASA INDONESIA menjadi KHAZANAH KATA BAHASA INDONESIA. Mengapa? Karena istilah-istilah yang diajukan LIDAHIBU sebagai padanan istilah serapan asing dalam rubrik ini belum tentu telah menjadi lema (sebuah butir masukan dalam kamus). Pembaca yang budiman, inilah hidangan KHAZANAH KATA BAHASA INDONESIA edisi #2.

***

Dirgahayu! Di edisi #2 ini, LIDAHIBU menawarkan lima lagi padanan untuk lima lagi istilah serapan asing, yang mungkin sudah terlanjur terbiasa kita dengarkan, ucapkan, dan iyakan. Mengantar pembaca ke lima padanan itu, LIDAHIBU telah merangkai sejumput cerita, yang kerangka nalarnya adalah istilah semacam konsep, esai, text-book, fobia, dan dinamis. Jadi, begini ceritanya…

Jontor tak menyadari apa yang sebenarnya terjadi. Pertemuannya dengan binatang melata itu telah mengubah hidupnya. Jontor terus-menerus bersedih hati, sampai suatu hari, Nana datang dan membawakan sesuatu, yang tebal sekali. Nana bilang bahwa sesuatu yang dibawanya itu boleh jadi merupakan sebuah jawaban atas kegelisahan Jontor. Tanpa ragu, Jontor mulai membaca: Ketakutan adalah sebuah konsep. Maka dari itu, dapat dipelajari. Ketakutan tak masuk akal sering disebut dengan fobia. Saya pernah menemukan satu esai menarik dari sebuah text-book yang membahas tentang masalah ini. Dari temuan saya itu, saya kemudian meyakini bahwa fobia adalah ketakutan dinamis manusiawi yang hanya dapat sembuh lewat satu ujian berat: serangan mendadak.

Setelah membaca tulisan itu, Jontor membatin, “Besok, akan kukejutkan ular sialan itu!”

***

Nah, daripada mengomentari cerita bermutu rendah di atas, lebih baik pembaca menyimak padanan yang LIDAHIBU tawarkan untuk lima istilah serapan asing yang LIDAHIBU garis-bawahi.

1. kon.sep nomina (dari bahasa Inggris concept) > anggitan

2. e.sai nomina (dari bahasa Inggris essay) > risalah

3. text.book nomina (bahasa Inggris) > buku ajar

4. fo.bi.a nomina (dari bahasa Inggris phobia) > singu

5. di.na.mis adjektiva (dari bahasa Inggris dynamic) > lasak (kata yang digunakan dalam Bahasa Indonesia dialek Sumatera Utara, bermakna ‘bergerak kesana kemari; tak mau diam)

Lima padanan sudah LIDAHIBU tawarkan. Maukah pembaca menggunakannya? Keputusan di tangan Anda.

  • Share/Save/Bookmark
(Berikan Rating)
Loading ... Loading ...

Satu komentar
Berikan komentar »

  1. Saya suka istilah ‘lasak’ dan ’singu’.
    Kalau ‘lasak’ dari Sumatera Utara, ’singu’ istilah darimana, ya?

    Laura did not rate this post.

Berikan Komentar