Rasi dan Istilah-istilah Perhubungan
14 September, 2009 | | Kategori: Khazanah Kata Bahasa IndonesiaSelamat berjumpa kembali di rubrik Khazanah Kata Bahasa Indonesia! Terkait dengan khazanah kata dalam bahasa Indonesia, akhir-akhir ini kerabat kerja LIDAHIBU memikirkan cara untuk merangkul pemerhati padanan kata dan ingin ikut mentenarkan karya-karya dan pencarian padanan kata sebagai bentuk usaha eksplorasi kata-kata dan makna dalam bahasa Indonesia. Maka, untuk kali ini, selain menghadirkan sedikit tawaran padanan, LIDAHIBU mengutip dari hasil pencarian padanan yang dilakukan oleh H. Agus Nero Sofyan, M. Hum., khususnya yang berkaitan dengan istilah-istilah Perhubungan.
LIDAHIBU menemukan kosakata bahasa Indonesia untuk istilah bahasa Inggris dictate dan constellation. Lema dictate seringkali diterjemahkan menjadi dikte, yang salah satu artinya adalah ‘yang diucapkan atau dibaca keras-keras supaya ditulis orang lain’. Selain lema dikte yang merupakan hasil penyerapan lewat penyesuaian ejaan, bahasa Indonesia sebenarnya memiliki lema imla yang artinya sama dengan dikte. Istilah constellation lebih menarik lagi. Lema ini telah diindonesiakan menjadi konstelasi. Dalam Oxford Advanced Learner’s Dictionary, constellation memiliki dua makna, yaitu ‘a name group of stars’ dan ‘a group of associated or similar people or things’. Sedangkan dalam KBBI, konstelasi memiliki arti (1) kumpulan orang, sifat, atau benda yang berhubungan; (2) keadaan, tatanan; (3) bangun; bentuk; susunan; kaitan; dan (4) gambaran keadaan. Dari kedua pengertian kata di atas, ada arti constellation yang tidak dimiliki oleh konstelasi, dan ada makna konstelasi yang meluas dari kata asalnya, constellation. Lalu kata apa yang dipakai untuk mewakili a name of group of stars? Bahasa Indonesia memiliki istilah yang asyik, yaitu rasi. Lema rasi dalam KBBI tidak memiliki arti lain kecuali yang berhubungan dengan perbintangan. Jadi, akibatnya, kita tidak bisa menulis kalimat, misalnya, “[s]ebuah sudut pandang tandingan dibutuhkan untuk melawan rasi wacana kolonial yang dipenuhi oleh hasrat menguasai”. Kita harus mengganti kata rasi dengan konstelasi. Namun, bagaimana jika ada penutur yang menggunakannya dan dengan sengaja memperluas makna rasi? Seberkuasa apakah seorang penutur? Pada akhirnya, penuturlah yang melenturkan makna kata.
Untuk padanan kata yang diusulkan oleh Agus Nero Sofyan, berikut daftarnya:
Istilah Perhubungan
air proof → kedap udara
airsick → mabuk udara
airstrip →lapangan terbang perintis/ padang terbang
airworthy → laik terbang/ layak terbang
fairway → alur pelayaran
ground service → layanan darat
handset telephone → telepon genggam
highway → jalan raya
hunting system → sistem lacak
idle time → waktu sandar
offload → bongkar muat
seaport → bandar/ kota pelabuhan
shoreline → garis pantai
standby → tunggu muat
toll booth → gardu tol
Untuk karya lengkap Agus Nero Sofyan mengenai padanan kata, kunjungi saja http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2009/06/aneka_serapan_asing_dlm_bhs_indonesia.pdf. Selamat berselancar.
