Sintaksis
14 September, 2009 | | Kategori: KultukalTanggapan yang ada di dalam kepala: “Susah!” Tapi, ada juga yang bilang: “Gampang!” Lalu, yang mana yang benar? Memang istilah sintaksis berkaitan dengan penjabaran pohon kata dan pembedahan kalimat, seperti yang diajarkan di kelas-kelas Linguistik. Namun, jika mengenalnya lebih dekat, sintaksis tidaklah senjlimet-ruwet yang disangka. (Ingat kan pepatah ‘tak kenal maka tak sayang’?). Daripada berpusing-pusing dengan pencitraan yang berlebihan, ada baiknya jika kita mengenal lebih dulu supaya merasa sayang. Pembaca, inilah Sintaksis dalam Kuliah Tujuh Kalimat.
- Istilah Sintaksis secara langsung berasal dari bahasa Belanda syntaxis (dalam bahasa Inggris, syntax).
- Sintaksis adalah salah satu cabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk-beluk wacana, kalimat, klausa, dan frasa.
- Jika Morfologi banyak membicarakan seluk-beluk kata dan morfem, maka Sintaksis membahas hubungan antar-kata, antar-frasa dan antar-klausa yang ada di dalam kalimat.
- Kalimat, dalam Sintaksis, mempunyai dua macam pemilahan, yaitu: ‘klausa’ (yang terdiri dari satu verba) dan ‘kalimat majemuk’ (yang terdiri dari dua klausa atau lebih).
- Jika disimak lebih jauh, maka yang disebut dengan hubungan antar-frase dapat ditilik lewat kalimat [s]eorang pelajar sedang belajar di perpustakaan, dimana frase seorang pelajar mempunyai fungsi sebagai subyek; frasa sedang belajar mempunyai fungsi sebagai predikat; dan frasa di perpustakaan mempunyai fungsi sebagai keterangan.
- Sintaksis, sebagai bagian dari ilmu bahasa, menjelaskan unsur-unsur suatu satuan (klausa, frasa, yang dipersempit oleh kata), serta menjelaskan hubungan unsur-unsur tersebut (secara fungsional dan makna).
- Hubungan makna dalam sintaksis, seperti contoh sebelumnya, terlihat dari frasa seorang pelajar (yang menyatakan makna ‘pelaku’); frase sedang belajar (yang menyatakan makna ‘perbuatan’); dan frasa di perpustakaan (yang menyatakan makna ‘tempat’).
Sekarang sudah kenal, kan? Lalu? Kenali lagi lebih dekat. Pustaka di bawah ini dapat menjadi acuan yang asyik. Nah, pembaca, sekian dulu Sintaksis dalam Kuliah Tujuh Kalimat. Tetap siagakan nalar-bahasa agar tak canggung ketika kita kembali berjumpa. Sampai di sini, ada yang hendak bertanya?

