Foodcourt Plaza Campus

15 September, 2009 | Edisi: | Kategori: Sok-Sok Ingglis

Oleh Wahmuji

(Yogyakarta, LI) Hari Minggu (26/07) kerabat-kerja LIDAHIBU berjalan-jalan di area UGM. Ya, Universitas Gadjah Mada. Selain ikut menikmati ‘minggu pagi’ yang sesak tapi menguntungkan para pedagang kecil itu, LIDAHIBU melihat-lihat tulisan-tulisan besar yang terpampang di baliho dan spanduk seputar lembah UGM, Graha Sabha, dan Mesjid Besar UGM. Macam-macam saja tulisan yang terpampang di sana. Tapi, mata LIDAHIBU langsung tertuju pada yang ini: foodcourt Plaza Campus.

Pertanyaan pertama yang muncul di kepala LIDAHIBU: apa itu foodcourt? Pengadilan makanankah itu? Atau lapangan makanan? Setelah LIDAHIBU lihat-lihat, ternyata di sana memang area untuk menjual makanan. Mungkin karena berbau ‘area’ itulah, tempat itu diberi nama court, yang dalam hal ini maknanya didapat dari salah satu pengertian court untuk bidang olahraga. Salah satu contohnya adalah tennis court, frasa yang dalam Bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi lapangan tenis. Dan lagi, setelah LIDAHIBU mencari-cari di berbagai kamus bahasa Inggris, tidak ada istilah foodcourt atau food area. Untuk menyatakan istilah warung makan, dalam bahasa Inggris, digunakan istilah café (dari bahasa Prancis café, artinya ‘kopi atau warung kopi’]) bermakna ‘a small restaurant where you can buy drinks and simple meals; a place on a computer network, where people with similar interests discuss things electronically), cafeteria (a restaurant where you choose your own food and carry it to the table, often in a factory, college, etc), restaurant (a place where you can buy and eat a meal)’.

Jadi, darimanakah istilah foodcourt yang ditulis di sana? Kenapa tidak bilang saja area kafetaria untuk menyebut ‘tempat kumpulan warung makan di daerah kampus’?

Masih ada hal lain yang mengganjal di pikiran LIDAHIBU. Apa itu Plaza Campus? Apakah ‘area universitas yang berisi pusat-pusat perbelanjaan’? Atau ‘kampus pusat perbelanjaan’? Atau?

Mari kita selidiki dua kata yang merupakan kata serapan asing itu lewat Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kampus (dari bahasa Latin campus) berarti ‘daerah lingkungan bangunan utama perguruan tinggi (universitas, akademi) tempat semua kegiatan belajar mengajar dan administrasi berlangsung’. Penutur bahasa Inggris-Amerika adalah yang pertama sekali menggunakan istilah campus dengan makna tersebut di atas. Sedangkan plaza (dari bahasa Spanyol plaza, bermakna ‘tempat’) artinya ‘alun-alun di kota; pusat pertokoan dengan tempat parkir; tempat yang luas dan beraspal untuk mobil’.

LIDAHIBU mengira bahwa yang dimaksud adalah plaza yang berada di kampus (area universitas). Jika demikian, maka frasa yang benar adalah (dalam bahasa Inggris) Campus Plaza dan (dalam bahasa Indonesia) Plaza Kampus.

Lalu apa hubungan foodcourt dan Plaza Campus? Apa maksud penulis memberi judul-sanding foodcourt dengan Plaza Campus? Apakah frasa Plaza Campus dipasang untuk memberi bantuan informasi mengenai apa itu foodcourt? Jika memang demikian, apa hubungan antara yang disebut plaza dan area kafetaria? LIDAHIBU mengira bahwa kata plaza sudah dimaknai oleh penulis baliho itu sebagai ‘pusat perbelanjaan apa saja, termasuk makanan’. Mengapa kesalahan tata-frasa dan pemahaman yang tumpang tindih dapat muncul di sebuah institusi pendidikan yang konon menjadi simbol kecendikiaan itu? Dipajang di baliho yang besarnya tak tanggung pula!

“Ah, yang penting kelihatan bahasa Inggris. Kan kita harus mengglobal,” mungkin isi pikiran pembuatnya seperti itu. Parah.

  • Share/Save/Bookmark
(Berikan Rating)
Loading ... Loading ...

Berikan Komentar