Penerjemahan

15 September, 2009 | Edisi: | Kategori: Kultukal

Oleh Armando Soriano

Salam Jilat! Jumpa lagi bersama encik dosen tamu dalam kolom yang comel ini. Kiranya semua pembaca dalam keadaan sehat-sehat saja dan berbahagia tentunya. Kali ini bersama encik dosen tamu kita akan sama-sama melihat suatu topik dalam Kultukal ini.

Topik kita kali ini adalah penerjemahan. Untuk hal ini, tentu saja para pembaca sudah tidak asing lagi bukan? Keadaan di sekitar kita telah di penuhi banyak macam hal yang menyuguhkan kehadiran penggunaan bahasa asing selain bahasa kita. Para pembaca yang budiman tentu sudah terbiasa dengan cara berpikir dalam paradigma-paradigma dari dua budaya yang berbeda. Dan encik yakin pembaca tidak sedang terjebak di antara keduanya. Namun kalau dicermati kadang semua pemikiran itu datang dari pengalaman-pengalaman pribadi nan subjektif sehingga tidak selalu berhasil sebagai suatu pendapat  atau garis besar yang memadai.Kurang lebih begitu.

Di sini encik dosen hendak memberikan beberapa hal berkenaan dengan penerjemahan. Ini semua diambil dari pemikiran seorang tokoh bahasa kita sehingga kemampuannya untuk dijadikan sebagai sebuah garis besar yang memadai dapat dipertanggungjawabkan. Tapi tentu saja selalu terbuka peluang bagi sodara-sodari yang budiman untuk membuat garis besar-garis besar yang baru dan lebih baik.

1.Hal yang sangat mendasar dalam penerjemahan adalah penguasaan bahasa asing yang bersangkutan karena dari sinilah akan di mulai pembelajaran lain untuk tujuan penerjemahan seperti pembelajaran budaya bahasa yang bersangkutan dan hal-hal berkaitan lainnya.

2.Penguasaan bahasa indonesia secara sempurna mutlak dibutuhkan.

3.Penerjemahan bisa meliputi bidang apa saja maka kondisi ini menuntut seorang penerjemah untuk memiliki pengetahuan umum yang luas atau setidaknya penguasaan akan bidang dari materi yang akan diterjemahakan.

4.Menerjemahkan dapat didefinisikan sebagai memindahkan suatu amanat dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran dengan pertama-tama mengungkapkan maknanya dan kedua mengungkapkan gaya bahasanya, ini merupakan metode dan teknik penerjemahan yang wajib dikuasai.

5.Penerjemahan harus dibedakan dari penyaduran karena arti dari penyaduran sendiri adalah pengungkapan kembali amanat dari suatu karya dengan meninggalkan detil-detilnya tanpa harus mempertahankan gaya bahasanya dan tidak harus ke dalam bahasa lain.

6.Penerjemahan dapat dibagi ke dalam dua jenis, yaitu (1) penerjemahan harafiah, yakni penerjemahan yang menekankan amanat dalam bahasa sumber dan mempertahankan secara setia struktur bahasa dan penggunaan kata-kata dalam bahasa sumber yang mana pemindahan amanat dilakukan secara langsung; (2) penerjemahan wajar: mementingkan reaksi pemakai bahasa sasaran atas amanat yang diungkapkan dan menjalankan analisa yang teliti terlebih dahulu atas bahan terjemahan sebelum memindahkannya dalam bentuk unsur-unsur yang diatur secara wajar  dalam bahasa sasaran.

7.Seorang penerjemah harus memiliki sikap tertentu terhadap bahasa; ia harus menyadari beberapa poin,antara lain: tiap bahasa mempunyai kodrat sendiri-sendiri, tiap bahasa kaya dalam wilayah budaya yang menjadi perhatiannya dibandingkan dengan bahasa lain, tiap bahasa mempunyai variasi-variasi bahasa yang ditentukan oleh faktor waktu, faktor tempat, faktor sosio-kultural, faktor situasi, dan adanya bahasa lisan dan bahasa tulisan atau secara ringkas hal-hal itu dapat disebut sebagai kodrat tiap bahasa yang harus dihormati dengan tidak memaksakan struktur, bentuk atau cara berpikir yang ada dalam bahasa sumber.

Begitulah. Semakin dapat kita menerjemahkan dengan baik dan berhasil, dalam arti bisa memenuhi syarat-syarat dasar penerjemahan maka kita juga akan makin mengenal bahasa kita sendiri dan tentunya makin sayang kepadanya. Usahakanlah mencari contoh-contoh untuk poin-poin yang dibahas di atas. Encik dosen tamu pamit dulu, jumpa lagi di kala  lain.

Baca : Kridalaksana, Harimurti.1985, Fungsi dan Sikap Bahasa. Ende: Penerbit Nusa Indah.

  • Share/Save/Bookmark
(Berikan Rating)
Loading ... Loading ...

Berikan Komentar