cergas
28 Oktober, 2009 | | Kategori: Khazanah Kata Bahasa IndonesiaSalam Jilat! Apa yang membuat LIDAHIBU begitu getol menawarkan kata-kata sebagai padanan untuk istilah-istilah asing yang kerap dilafalkan, baik secara erti maupun tidak, oleh masyarakat penutur Bahasa Indonesia? LIDAHIBU sebenarnya bukan tak mahfum dengan fakta bahwa gerak-laju perkembangan bahasa adalah ‘liar’, tapi tak berarti tak terkendali.
Kegetolan LIDAHIBU untuk melakukan usaha pencarian padanan ini pun sebenarnya didasari oleh kesadaran atas fakta tersebut. Pencarian padanan atas istilah-istilah asing bukanlah sebuah usaha untuk menolak mentah-mentah hubungan antar-bahasa yang saling singgung. Adalah tepat dan indah bahwa bahasa itu akan selalu bersinggungan dengan bahasa-bahasa lain. Sifat ini persis seperti sifat manusia itu sendiri, yang akan selalu mencari persinggungan dengan sesamanya manusia.
Kendati demikian, menyadari bahwa bahasa adalah sebuah penanda-diri, sebagai bagian dari masyarakat-tutur Bahasa Indonesia, LIDAHIBU yakin bahwa persentuhan antara Bahasa Indonesia dengan bahasa asing haruslah dilakukan dalam sebuah interaksi yang setara. Penutur Bahasa Indonesia berhak untuk entah itu mencari padanan dari atau memadankan istilah-istilah asing yang mencoba masuk ke dalam lumbung kosa-katanya. Di atas semuanya, usaha mencari padanan adalah sebuah cara untuk benar-benar memahami anggitan makna dari kata-kata yang piuh bertaburan menghujani kehidupan masyarakat-penutur. Ini yang paling penting! Untuk itu, ini dia lima tawaran padanan yang LIDAHIBU hadirkan di rubrik Khazanah Kata Bahasa Indonesia edisi #6 kali ini.
1.en.er.get.ic [kt. sifat] (sering dilafalkan sebagai enerjik) –> cergas
2.main.st.ream [kt. benda] (sering dilafalkan sebagai mainstream) –> masala
3.un.li.mi.ted [kt. sifat] (dalam konteks layanan Internet, sering dilafalkan sebagai unlimited) –> nirbatas atau ananta
4.mo.bile [kt. sifat] (sering dilafalkan sebagai mobile) –> lasak
5.o.bi.tua.ry [kt. benda] (terserap sebagai obituari) –> wartamerta
Penutur tidak harus semerta berhenti menggunakan kosakata yang sudah terlanjur terserap dalam Bahasa Indonesia. Padanan yang ada ditawarkan untuk memperkaya khazanah kosakata kita. Nah, pembaca, lima padanan untuk Anda.
