astrological
28 Oktober, 2009 | | Kategori: Khazanah Kata Bahasa IndonesiaOleh Wahmuji
Amin Sweeny memberi peringatan keras pada para penggiat bahasa yang a priori terhadap gaya bahasa jurnal yang positivistik warisan kolonialisme. Jerome Samuel memberitahu penggulat bahasa bahwa faktor luarlah yang paling menentukan pembentukan istilah di Indonesia, dari Indianisasi hingga Westernisasi a la Sosiolinguistik Terapan Grup Fishman. Alif Danya Munsyi, dengan idiosinkrasinya, sangat vokal menghujat gejala kegenitan nginggris yang menggila.
Apa gaya tulisan sastrawi a la Hank Maier, misalnya, bisa diterima kaum penulis jurnal di Indonesia? Lalu apa gunanya menggelembungkan lagi jumlah sinonim di Indonesia dengan padanan-padanan kata? Mungkinkah akan tercipta Indonesian english tanda perubahan jargon persatuan Indonesia menjadi satu nusa, satu tanah air, dua languages?
Sayangnya rubrik ini tidak akan menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Namun, LIDAHIBU semakin yakin bahwa penelusuran kosakata yang sudah ada di republik bahasa Indonesia, dengan kontrol lemah Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa merupakan satu hal penting: konsep-konsep yang mewujud dalam kata, khususnya yang berasal dari Amerika Utara, yang saat ini tetap merupakan arus masuk ke dalam bahasa Indonesia,,tidaklah semuanya baru. Artinya, sebelum kosakata serapan langsung dari bahasa Inggris menguasai ranah keilmuan dan pergaulan di Indonesia, bahasa Indonesia lewat beberapa ahli bahasa zaman dulu telah mencoba merumuskan dan melakukan semacam pencocokan, dengan menggunakan kosakata-kosakata yang ada di Nusantara.
Ah, tidak sedahsyat itu kiranya jangkauan rubrik kecil ini. Ia hanya disemangati oleh wacana-wacana penelitian yang menarik hati itu. Tidak perlu berlama-lama lagi, berikut khazanah kata tawaran LIDAHIBU:
as.tro.no.my kb.→ (biasa diterjemahkan sebagai astronomi) falak
as.tro.lo.gy kb. →(biasa diterjemahkan sebagai astrologi) falakiah
lo.gic kb →(biasa diterjemahkan sebagai logika) mantik
lo.gi.cal ks. → (biasa diterjemahkan sebagai logis) mantiki
mys.ti.ci.sm kb. →(biasa diterjemahkan sebagai mistisisme) suluk
mys.tic kb. → (biasa diterjemahkan sebagai ahli mistis) ahlusuluk
phy.sics kb. → (biasa diterjemahkan sebagai fisika) ilmu tabii
phy.si.cal ks. → (biasa diterjemahkan sebagai fisik) lahiriah
vi.sion kb. → (biasa diterjemahkan sebagai visi) saujana
Demikian tawaran telah LIDAHIBU sampaikan. Walau hati tetap bertanya-tanya: apa yang mampu dilakukan oleh sebuah suratkabar bahasa (?), usaha sekecil apapun, kalau dilakukan dengan terus-menerus dan tak putus, akan menempel jua di alam bawah sadar pembaca.
Minal aidin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan batin. Bah! Apa itu maaf lahir?! Selamat menikmati fenomena (ber)bahasa.
