Berkata ya ramadhan

28 Oktober, 2009 | Edisi: | Kategori: Serba-Serbi

Oleh Nikodemus Wuri Kurniawan

Selagi masih bulan puasa, tak ada salahnya membahas “kemerdekaan” dalam menuliskan Ramadan. Ternyata muncul banyak cara untuk menuliskan Ramadan. Kamus tentu menulisnya Ramadan, yang lain Ramadhan. Koran Malaysia menulisnya Ramadan. Di Arab, ada Ramadan dan Ramadhan. Rakyat Pakistan menulisnya Ramazan, di zaman lalu kita menulisnya, Ramadlan. Menurut kamus Zain, tulisannya Ramalan. Rakyat Jawa bilang, Ramelan. Di tanah sunda, disebut ramedan,  ada juga yang menghilangkan bunyi /e/ dan menjadikannya Ramdan (seperti nama orang).

Menurut seorang Arab, Abdulhamid Mukhtar, kata Ramadan berasal dari kata arab ramida dan arramad. Artinya, ‘kekeringan dan panas amat sangat’. Lalu, pilih yang mana untuk keperluan formal? Pilih saja yang sesuai dengan Pedoman Transliterasi Arab dari Departemen Agama tahun 1975. (disarikan dari artikel karangan Sudjoko “Ramadan atau Ramadhan” dalam 111 Kolom Bahasa Kompas)

  • Share/Save/Bookmark
(Berikan Rating)
Loading ... Loading ...

Berikan Komentar