Khazanah Fotografi

26 Desember, 2009 | Edisi: | Kategori: Khazanah Kata Bahasa Indonesia
khazanah fotografi

khazanah fotografi

Oleh Aditya Surya

Karena sudah bersikap sombong, seperti dilaporkan oleh awak LIDAHIBU pada edisi lalu, Mustafa dikucilkan. Bahkan, burung beo kesayangannya tidak mau lagi berkata sepatah katapun padanya. Jadilah dia seorang pemurung. Mustafa mengunci dirinya di dalam kamar selama dua minggu penuh. Karena merasa ada yang tidak beres dengan anaknya, ayah Mustafa lalu berkonsultasi pada seorang psikolog kondang di Yogyakarta. Dokter Sigmund Kliwon, sang psikolog, memberikan saran, “Jika Mustafa masih kepingin waras, alangkah baiknya jika dia melakukan aktivitas selayaknya anak-anak normal. Jangan biarkan dia mengurung diri. Carikanlah hobi untuknya: fotografi, misalnya. Apalagi, akhir-akhir ini kan fotografi sedang digandrungi kawula muda yang aktif, dinamis, dan mempesona.”
Seperti mendapat wangsit, ayah Mustafa langsung bergegas ke toko kamera terdekat. “Mbak, saya pengen beli kamera yang paling mahal!” ucap sang Ayah. Atas saran mbak pramuniaga, dibelilah kamera DSLR tercanggih lengkap dengan peralatannya: telephoto lens, wide angle lens, tripod, dan speedlight flash yang harganya sungguh aduhai.
Mustafa terharu biru melihat barang-barang mahal tersebut ditaruh di depan pintu kamarnya. Secarik kertas bertuliskan “Ini, Nak, hadiah pelipur lara dari Ayah. Gemarilah fotografi, agar kamu menjadi kawula muda yang aktif, dinamis, dan mempesona” tertempel di atasnya. Langsung saja Mustafa lari keluar, mempraktikkan pelajaran fotografi yang sudah didapatnya di sekolah dengan menggunakan kamera barunya itu. “Aku mau hunting, ah!” katanya.
Sekarang Mustafa mempunyai teman-teman baru: fotografer-fotografer muda yang menganggap kamera hanyalah sebagai pelengkap gaya dalam berbusana. Suatu malam, mereka membuat photosession bertemakan ‘Narsis’, yang berlokasi di tengah-tengah perempatan Tugu Jogja. Mereka berpapasan dengan salah satu awak LIDAHIBU yang sedang minum bir di pinggir jalan. Secara tak sengaja, awak LIDAHIBU tersebut menguping pembicaraan mereka.
“Mustafa, kita dishoot pake frog eye, dong. Biar POI-nya ke kita, bukan Tugu,” kata si A.
“Jangan! Pake bird eye aja, man. Lebih gahar!” ujar si B.
“Nyantai, bro. Kalo motret pake kameraku, apapun angle-nya, hasilnya dijamin bagus. Kan udah otomatis. Jangan khawatir kalo fotonya bakalan underexposed atau overexposed. Pasti bener, kok. Nggak perlu susah-susah ngatur aperture ama shutter speed-nya. Kayak kamera punyanya fotografer koran berinisial L.I. itu. Apaan tuh?! Ngakunya fotografer, kok kameranya masih pake thirty five? Ketinggalan jaman, bo!” balas Mustafa.
Awak LIDAHIBU yang menguping pembicaraan mereka tersebut tiba-tiba mengeluarkan busa dari mulutnya. Bukan karena terlalu banyak minum bir, melainkan karena rasa jijik yang mendalam kepada Mustafa - sudah menjelek-jelekkan orang lain, pemahaman tentang fotografinya pun salah. Sembari berbusa mulutnya, awak LIDAHIBU mencoba mencari padanan untuk kata-kata canggih dalam istilah fotografi yang meluncur dari mulut mereka. Ini dia padanannya:

DSLR Camera (frkb.) - singkatan dari Digital Single Lens Reflect Camera. Kamera refleks lensa tunggal digital, adalah kamera yang memiliki satu lensa pembidik yang menggunakan cermin dan prisma. Lensanya berfungsi untuk meneruskan bayangan objek ke pembidik dan meneruskannya ke sensor digital. Biasanya digunakan oleh fotografer profesional.

Telephoto lens (frkb.) - lensa jarak jauh.

Wide angle lens (frkb.) - lensa sudut lebar.

Tripod (kb.) - kaki-tiga.

Speedlight flash (biasa juga disebut blitz) (frkb.) - lampu kilat. Yang dimaksud adalah jenis lampu buatan yang mampu menyediakan cahaya menyerupai kilat, yang besar/kecil cahayanya dapat dikendalikan.

Hunting (kb.) - perburuan (dalam konteks gambar).

Photosession (kb.) - sesi pengambilan gambar. Biasanya melibatkan manusia sebagai objek (model).

POI- singkatan dari Point of Interest (frkb.) - fokus utama.

Shoot (kk.) - ambil gambar.

Bird eye (ks.) - sudut tinggi. Teknik mengambil gambar dari sudut yang lebih tinggi daripada objek.

Frog eye (ks.) - sudut rendah. Teknik mengambil gambar dari sudut yang lebih rendah daripada objek.

Angle (kb.) - sudut (pengambilan gambar).

Underexposed (ks.) - pencahayaan (terlalu) rendah, menyebabkan kesan terlalu gelap pada gambar.

Overexposed (ks.) - pencahayaan (terlalu) tinggi, menyebabkan gambar menjadi terlalu terang.

Aperture (sering disebut diafragma) (kb.) - bukaan lensa, yaitu lubang tempat cahaya masuk ke dalam kamera dari lensa.

Shutter speed (frkb.) - kecepatan rana, yaitu hitungan lama cahaya masuk melewati rana (tirai kamera), biasanya dalam hitungan sepersekian detik.

Thirty-five camera (frkb.) - kamera film, yang masih menggunakan film seluloid ukuran 35 mm (sering disebut kamera analog).

Mulai sekarang, status Mustafa secara resmi naik dari ‘dikucilkan’ menjadi ‘dibenci’. Sudah sok tahu, tambah sombong pula. Aktif, dinamis, dan mempesona? Mbahmu kiper! Ya-ya-ya, LIDAHIBU hanya bisa berharap jangan sampai di kemudian hari status Mustafa meningkat menjadi ‘halal dibunuh’.

  • Share/Save/Bookmark
(Berikan Rating)
Loading ... Loading ...

Berikan Komentar