Untuk proses pembuatan komik dalam rubrik Komik, LIDAHIBU usahakan penjelasannya di edisi cetak juga. Hal ini harus dirapatkan dulu di Rapat Redaksi. Terutama lagi, penjelasan itu harus disertai pendapat dari penggambar komik itu sendiri, Sdr. Armando Soriano.
‘Rating’ dalam situs lidahibu.com adalah pilihan: diisi boleh, tidak juga tak apa. Tujuan dari pemberian ‘rating’ pada setiap tulisan atau gambar yang dipasang di situs ini adalah untuk mengetahui ‘berapa’ nilai yang diberikan oleh pembacanya; dan, kalau bisa juga, alasan si pembaca itu sendiri atas nilai yang diberikannya. Bila pembaca, misalnya, memberi nilai yang rendah untuk sebuah tulisan, itu bisa berarti ada kejelekan dalam hal penggarapan gagasan, teknik penulisan (terlalu bertele-tele atau banyak terdapat kesalah-ejaan, contohnya), dlsb. Bila sebaliknya, maka LIDAHIBU anggap si pembaca sudah puas dengan tulisan itu, baik dari segi penggarapan dan kepuasan yang didapat dari informasi yang tersedia dalam tulisan itu sendiri.
LIDAHIBU sendiri berharap pembaca, bila memberikan ‘rating’, tidak sekedar memilih berapa jumlah bintang saja. Tapi juga menyertakan alasan penilaian itu. Lewat ‘rating’, LIDAHIBU mendamba kritik dan saran dari pembaca.
Sekali lagi, ‘rating’ adalah pilihan yang tidak wajib diisi. Kritik dan saran pun tidak harus dimulai lewat ‘rating’.
semua komik sepertinya ada teorinya,
atau mungkin bisa dibuat ada teorinya.
mungkin, bisa dijawab seperti itu.
ya teorinya begitu.
Prosesnya.Dalam membuat komik,khususnya untuk lidah ibu.Kerja ini didasarkan pada diskusi dengan teman-teman di dalam lidahibu sendiri dan juga berangkat dari ide-ide awal yang saya tawarkan setelah diminta untuk menyiapkannya. Sebuah proses yang jalin-menjalin. Lalu dari ide coba dipindah dalam gambar.Sebagian besar soal bagaimana memakai pensil,kertas,dan teman2nya…kalau di bagian yang ini.
Bila boleh berbagi,saya kira untuk komik,atau media2 gambar,visual dengan ruang yang relatif kecil,(seperti yang pernah saya dengar di workshop komik bersama Benny dan Mice,jogja april 2010)salah satu bagian pentingya adalah bagaimana menyelesaikan sesuatu yang sudah dimulai. Cara untuk menutupnya.Mungkin bisa dicontohkan dengan kejutan atau renungan,kekosongan,atau apapun.
Sepertinya sudah banyak cara /how to make komik yang bisa didapat dari buku-buku atau pengalaman kerja dan berproses dengan mereka yang berpengalaman. Saya rasa apa yang sudah saya dapatkan dalam kerja membuat komik ini masih terlalu sedikit bahkan untuk sekedar diceritakan. Mari sama-sama mencari.
mengapa komik?
mungkin karena komik itu diperlukan.
Ya,untuk saya.kenapa perlu?Ada banyak cara untuk berbuat sesuatu. Itupun sebuah keperluan.
komik bisa menjadi salah satu caranya.
Komik mana yang tidak berteori?
proses pembuatan komik kapan-kapan bisa dijelaskan.
Atau mungkin bisa membuat How to make Comic.
Mengapa Komik?
Rating buat apa ya?
Natan,
Untuk proses pembuatan komik dalam rubrik Komik, LIDAHIBU usahakan penjelasannya di edisi cetak juga. Hal ini harus dirapatkan dulu di Rapat Redaksi. Terutama lagi, penjelasan itu harus disertai pendapat dari penggambar komik itu sendiri, Sdr. Armando Soriano.
‘Rating’ dalam situs lidahibu.com adalah pilihan: diisi boleh, tidak juga tak apa. Tujuan dari pemberian ‘rating’ pada setiap tulisan atau gambar yang dipasang di situs ini adalah untuk mengetahui ‘berapa’ nilai yang diberikan oleh pembacanya; dan, kalau bisa juga, alasan si pembaca itu sendiri atas nilai yang diberikannya. Bila pembaca, misalnya, memberi nilai yang rendah untuk sebuah tulisan, itu bisa berarti ada kejelekan dalam hal penggarapan gagasan, teknik penulisan (terlalu bertele-tele atau banyak terdapat kesalah-ejaan, contohnya), dlsb. Bila sebaliknya, maka LIDAHIBU anggap si pembaca sudah puas dengan tulisan itu, baik dari segi penggarapan dan kepuasan yang didapat dari informasi yang tersedia dalam tulisan itu sendiri.
LIDAHIBU sendiri berharap pembaca, bila memberikan ‘rating’, tidak sekedar memilih berapa jumlah bintang saja. Tapi juga menyertakan alasan penilaian itu. Lewat ‘rating’, LIDAHIBU mendamba kritik dan saran dari pembaca.
Sekali lagi, ‘rating’ adalah pilihan yang tidak wajib diisi. Kritik dan saran pun tidak harus dimulai lewat ‘rating’.
Demikian,
Salam Jilat.
semua komik sepertinya ada teorinya,
atau mungkin bisa dibuat ada teorinya.
mungkin, bisa dijawab seperti itu.
ya teorinya begitu.
Prosesnya.Dalam membuat komik,khususnya untuk lidah ibu.Kerja ini didasarkan pada diskusi dengan teman-teman di dalam lidahibu sendiri dan juga berangkat dari ide-ide awal yang saya tawarkan setelah diminta untuk menyiapkannya. Sebuah proses yang jalin-menjalin. Lalu dari ide coba dipindah dalam gambar.Sebagian besar soal bagaimana memakai pensil,kertas,dan teman2nya…kalau di bagian yang ini.
Bila boleh berbagi,saya kira untuk komik,atau media2 gambar,visual dengan ruang yang relatif kecil,(seperti yang pernah saya dengar di workshop komik bersama Benny dan Mice,jogja april 2010)salah satu bagian pentingya adalah bagaimana menyelesaikan sesuatu yang sudah dimulai. Cara untuk menutupnya.Mungkin bisa dicontohkan dengan kejutan atau renungan,kekosongan,atau apapun.
Sepertinya sudah banyak cara /how to make komik yang bisa didapat dari buku-buku atau pengalaman kerja dan berproses dengan mereka yang berpengalaman. Saya rasa apa yang sudah saya dapatkan dalam kerja membuat komik ini masih terlalu sedikit bahkan untuk sekedar diceritakan. Mari sama-sama mencari.
mengapa komik?
mungkin karena komik itu diperlukan.
Ya,untuk saya.kenapa perlu?Ada banyak cara untuk berbuat sesuatu. Itupun sebuah keperluan.
komik bisa menjadi salah satu caranya.
begitu saja?
oke,…
Terimakasih.