Komputer (Lagi)
28 Januari, 2010 | | Kategori: Khazanah Kata Bahasa IndonesiaOleh Wahmuji
Tampaknya memang tidak bisa dimungkiri bahwa perkembangan teknologi telah merepotkan banyak pembaku bahasa, termasuk pembaku bahasa Inggris sendiri. Pengguna bahasa Inggris memberi tambahan makna pada kata-kata, misalnya, mouse dan bug. Dalam bahasa Belanda, salah satu contoh lagi, kata download langsung diserap dengan sedikit gubahan menjadi gedownload, mengikuti sistem suara mereka. Contoh lagi, pada tahun 2003, dan ini sangat ramai dibicarakan, pemerintah Prancis mengganti kata e-mail menjadi courriel untuk penulisan dokumen resmi (informasi dari tulisan Ikhlasul Amal di http://direktif.web.id/arc/2004/02/senarai-padanan-istilah).
Dalam Bahasa Indonesia, seperti yang dijabarkan oleh Jerome Samuel dalam Kasus Ajaib Bahasa Indonesia? Pemodernan Kosakata dan Politik Peristilahan, bahasa Melayu mengalami fenomena yang terus berulang sejak lebih dari satu abad, yaitu pemodernan yang berasal dari luar, yang diwujudkan oleh datangnya kosakata asing secara massal. Dengan keadaan seperti itu, masalah utama yang diakibatkan oleh permodernan sebenarnya adalah masalah pelengkapan kosakata atau istilah bahasa yang bersangkutan, tak peduli bagaimana pun prosedurnya. Lanjutnya, “[m]asalah pemungutan atau purisme tidaklah sepenting seperti yang disiratkan oleh literatur sosiolinguistik.”
Bagaimana dengan istilah-istilah dalam bidang komputer dan internet? Umum diketahui bahwa komisi peristilahan di Indonesia cukup gagap dengan datangnya sejumlah istilah komputer dan internet yang sangat cepat, langsung, dan tanpa saringan yang memadai. Penyebarluasan istilah pun sangat terbatas di lingkungan akademisi dan penggiat bahasa atau dicari oleh orang-orang yang merasa punya tanggungjawab menggunakan Bahasa Indonesia sebagai wujud nasionalisme mereka. Akibatnya, terjemahan istilah-istilah dalam kedua bidang tersebut seringkali malah membuat pembaca kesulitan memahami maksudnya. Orang menjadi terbiasa dengan istilah-istilah asing dan telah merasa nyaman menggunakannya.
Pun demikian, melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2001pada tahun 2002, pemerintah telah mencoba memberikan padanan untuk beberapa istilah. Sekali lagi, karena sebab-sebab tersebut di atas, banyak dari istilah-istilah dalam rancangan tersebut yang tidak dikenal masyarakat atau enggan digunakan. Berikut adalah beberapa istilah menarik yang LIDAHIBU kutip dari sana.
| Bahasa Inggris | Bahasa Indonesia |
| Add-in | Tertambah |
| Domain | Ranah |
| align left/right | Rata kiri/kanan |
| alignment | perataan |
| alternate | Silih |
| alternate recipient | Penerima pilihan |
| append | Bubuh |
| array | Larik |
| Band | Pita |
| bandwidth | Lebar pita |
| batch | Tumpak |
| browse | Ramban; jelajah |
| buffer | Penyangga |
| cluster | gugus; rumpun |
| count | Cacah |
| crack | Rengkah |
| daemon | Jurik |
| debug | Awakutu |
| decoding | Pengawasandian |
| Drag | Seret |
| Error | Galat |
| field | Ruas |
| gridlines | garis kisi |
| hack | Retas |
| hang | Macet |
| header | Tajuk |
| highlight | Sorot |
| numlock | Kancing angka |
| page set up | Tata halaman |
| probe | Kuar |
| scan | Pindai |
| standby | Siaga |
| thread | Ulir |
| tile | Ubinan |
| work load | beban kerja |
| work station | anjungan kerja |
Bagaimanapun juga, keliaran bahasa tidak akan sepenuhnya mampu diredam oleh aturan pembakuan. Namun, usaha ini patut dihargai karena proses penjelajahan bahasa yang dilakukan. Pembaca tentu saja bebas menggunakan istilah apa saja, tetapi yang telah ditetapkan dalam senarai itu akan menjadi dokumen acuan yang akan tetap berguna.
