Ngapain Ngecost?

30 Januari, 2010 | Edisi: | Kategori: Sok-Sok Ingglis

ngapain ngecost?

ngapain ngecost?

Oleh Gideon Widyatmoko

(LI/YGY) Salah satu awak LIDAHIBU hendak menjemput seorang kenalan bule-nya di Bandara Internasional Adi Sucipto, DI Yogyakarta. Bule yang berparas cantik-pandang-tak-jemu ini datang untuk belajar Bahasa Indonesia di Kota Jogja. Menurut laporan salah satu awak LIDAHIBU tadi, kenalan bule-nya itu minta tolong pada LIDAHIBU, yang dikenalnya dengan baik lewat situs-jejaring lidahibu.com, untuk menemaninya melihat-lihat kota tempat dia akan belajar bahasa. Tentu saja LIDAHIBU akan dengan senang hati menemani orang yang ingin belajar bahasa.

Nah, ramai-ramailah para awak LIDAHIBU bergegas ke Bandara dengan mengendarai sepeda motornya masing-masing, tanpa lupa membawa helm lebih untuk si Bule cantik itu. Yah, ada yang memang janjian dengan si bule, ada yang belum pernah ke bandara, ada pula yang sangat semangat bertemu bule berparas cantik-pandang-tak-jemu. Sungguh, kegiatan ini sangat tidak layak untuk dicontoh karena pemakaian kendaraan yang berlebihan akan memperparah pemanasan global.

Begitu salah satu awak LIDAHIBU itu melihat si Bule cantik kenalannya, langsung saja si Bule diajak pergi tanpa mengenalkannya pada para awak LIDAHIBU yang lain. Ketika menuju ke parkiran sepeda motor, si Bule takjub dengan spanduk yang diterbitkan oleh layanan kereta api PRAMEKS. Tulisannya seperti ini: “Ngapain harus cost? Siap antar jemput dari dan ke kota tempat kerja atau kuliah”.

Komentar si Bule cantik,

Wow, Jogjakarta is cheap, ya?”

Tentu saja, si Bule memahami kalimat itu dengan makna tidak perlu keluar ongkos, padahal kan maksudnya bukan seperti itu.

Sebenarnya, maksud dari cost di konteks kalimat itu adalah ‘(rumah) kos’, yang dalam bahasa Inggris disebut boarding house. Jadi, maksud dari spanduk itu adalah tidak perlu menyewa kamar kos, karena kereta api PRAMEKS siap menjemput kita semua dari dan ke kota tempat kita kerja atau kuliah. Begitu. Singkatnya, tidak perlu membuang ongkos untuk menyewa kamar kos.

Para awak LIDAHIBU menyambut komentar si Bule dengan gegap-gempita, “Iya, selain alat transportasinya murah, makanannya juga murah, lho. Ayo, traktir kami makan!”

Lalu kami semua tertawa dan pergi meninggalkan Bandara Internasional Adi Sucipto dengan suka cita tanpa menjelaskan pada si Bule maksud dari kalimat yang terpampang di spanduk tadi.

  • Share/Save/Bookmark
(Berikan Rating)
Loading ... Loading ...

Berikan Komentar