William Jones

24 Februari, 2010 | Edisi: | Kategori: Tokoh Bahasa

william jones

william jones

Oleh Gideon Widyatmoko

Kali ini LIDAHIBU akan membahas tokoh bahasa yang sangat ciamik dari abad 18 bernama Sir William Jones. William Jones ini dikenal sebagai penemu rumpun bahasa Indo-Eropa, loh. Wow, siapakah dia? Bagaimana sepak-terjangnya di dunia bahasa? Mari kita simak bersama-sama.

William Jones lahir di London pada tanggal 28 September 1746. Dia diberi nama persis dengan nama ayahnya yang sudah meninggal dunia sejak Jones berusia tiga tahun. Ah, malang sekali. Tetapi kepergian ayahnya tidak membuat Jones kecil patah semangat; dia sangat giat belajar sehingga mampu menguasai banyak sekali bahasa. Berbeda dengan almarhum ayahnya yang seorang ahli matematika, kegemaran Jones kecil pada bahasa membuatnya sangat mahir berbahasa Latin, Persia, Arab, sampai dasar-dasar aksara Tionghoa. Semua itu sudah dikuasainya semenjak Jones masih muda belia. Sungguh awak LIDAHIBU terkesima sekali. Dengar-dengar nih, sampai akhir hayatnya, William Jones mampu menguasai 28 bahasa.

William Jones kuliah di salah satu universitas ternama di negaranya, yaitu Oxford; dan pada tahun 1764 dia lulus dan langsung berkarir sebagai penerjemah dan pengajar selama 6 tahun. Nah, di kala 6 tahun ini, dia menulis Histoire de Nader Chah, atau Hikayat Syah Nadir, sebuah karya sastra Persia yang kemudian dia terjemahkan sendiri ke dalam bahasa Perancis atas permintaan Raja Christian VII dari Denmark. Yah, pada usia 22, dia sudah dikenal sebagai seorang ahli Orientalis. Wah, hebat sekali.

Lalu, selama tiga tahun, dari tahun 1770 sampai 1773, dia belajar ilmu Hukum yang, pengetahuan yang kemudian membawanya ke India. Pas di India ini, dia kemudian tertarik dengan kebudayaan India yang sangat beragam dan ide-ide nakal mulai terbesit di kepalanya. Kebetulan juga pada waktu itu para pakar Eropa hampir tidak ada yang mengkaji tentang eksotisme India. Mulailah dia mendirikan Asiatik Society of Bengal. Lalu, selama sepuluh tahun kemudian, dia banyak menulis tentang India dan meluncurkan studi modern dalam praktik semua ilmu sosial. Wuih, kepeduliannya terhadap India sangat mengharukan, dia coba angkat kebudayaan India yang sekarang bisa kita nikmati sebagai salah satu negara tujuan wisata yang terlaris.

Tidak berhenti di ‘tentang-India’ saja tulisan yang dibuat oleh William Jones; masih ada berbagai tulisan tentang hukum, musik, sastra, botani, geografi, dan banyak hal lain yang tak cukup jari untuk menghitungnya. Tapi, terjemahannya yang paling membanggakan adalah terjemahan pertama beberapa karya penting dari kesusastraan India. Akh, seandainya Arundhati Roy hidup di zaman itu, pasti karyanya sudah langsung diterjemahkan ke banyak bahasa oleh William Jones ini. Memang orang satu ini bandel sangat!

Dari semua ‘kengerian’ yang terdapat dalam karyanya, tetap yang paling diingat oleh sejarah adalah pernyataannya bahwa bahasa Sansekerta mirip dengan bahasa Yunani dan Latin. Mungkin bagi beberapa pembaca pernyataan di atas akan membuat dahi mengkerenyit; karena terdengar biasa saja. Tapi lihatlah zaman saat William Jones hidup. Dia adalah yang pertama menyatakan itu. Bahkan dalam bukunya, The Sanscrit Language, yang diterbitkan pada tahun 1786, Jones menyatakan dugaannya bahwa ketiga bahasa ini memiliki sumber yang sama; dan kemungkinan berkerabat dengan bahasa Gothik, bahasa Keltik, dan Bahasa Persia.

Makalah ketiganya, yang pada tahun 1798 diterbitkan oleh entah siapa, sering dikutip sebagai pembuka studi ilmu perbandingan bahasa dan studi Indo-Eropa. Yah, mungkin dia juga bisa kita sebut sebagai pencetus bahasa Indo-Eropa. Sayangnya dia sudah meninggal, kalau belum, mungkin dia juga akan bermain ke Indonesia dan menerjemahkan banyak karya sastra Indonesia, dari mahakarya Pramoedya Ananta Toer sampai pada, mungkin, novel-novel remaja yang sekarang kerap disebut chicklit itu. Ah, saya bisa membayangkan: William Jones pasti akan sangat tertarik dengan gejala bahasa yang terjadi di Indonesia. Dan, tentunya, LIDAHIBU akan sangat bahagia untuk menjadi narasumbernya. Haha…

  • Share/Save/Bookmark
(Berikan Rating)
Loading ... Loading ...

Berikan Komentar