oleh munsyinakal

6 Mei, 2010 | Edisi: | Kategori: Lidah Tak Bertulang

- Dengan ‘memaksa’ para staffnya untuk belajar menggunakan bahasa Inggris ‘kapan saja dan di mana saja’, Alex telah mencabuli hak berbahasa seorang warga negara.

Waduh-waduh… tapi, sepertinya, yang haknya ‘dicabuli’ itu terima-terima saja, tuh. “Mau bagaimana lagi, toh ini juga baik.” Hahaha…

- Ang Tagalog ay hindi mawawala, brother! (Tagalog tak akan terlindas zaman, bung!)”

Bagaimana dengan Cebu, bung? Tergilas, kah?

- “Aduh bo, jangan lambretta gincu dong! Akika lapangan basket, bo!”

Yoh… yoh… lu yang menang, dah.

- “Sudah kehabisan bahan, Cik dosen tamu?”

Ada yang mau melamar jadi ‘asisten dosen’?

  • Share/Save/Bookmark
(Berikan Rating)
Loading ... Loading ...

Berikan Komentar