Sosiolinguistik 2

30 Juli, 2010 | Edisi: | Kategori: Kultukal

Oleh Nikodemus Wuri Kurniawan

Salam!

Sudah satu purnama berlalu, masihkah kuliah encik dosen tamu merajai benak murid-murid sekalian? Encik harap masih. Nah, sekarang siapkan telinga dan akal kalian karena, pada Kultukal edisi kali ini, encik dosen tamu masih ingin melanjutkan pembahasan Sosiolinguistik yang pada edisi lalu terpotong dengan indah. Topik kita kali ini adalah “dialek” alias “logat”. Langsung saja. Inilah tujuh kalimat buat kamu-kamu yang ingin lebih tahu dan tahu lebih tentang dialek dari sudut pandang Sosiolinguistik.

  1. Dialek regional atau dialek geografis membedakan bahasa yang digunakan di tempat yang satu dengan tempat yang lain.
  2. Meskipun begitu, semua variasi tersebut membentuk satu bahasa jua, misalnya saja: bahasa Kanton dan Mandarin adalah dialek bahasa Cina; dialek Tegal, Banten, Banyumas, dan lain-lain, adalah bahasa Jawa.
  3. Kelompok sosial dalam masyarakat bahasa dengan perbedaan stratum sosial, umur, pendidikan, kelamin, dan sebagainya terkadang memiliki ciri bahasa tertentu.
  4. Variasi sosiokultural yang demikian disebut dialek sosial, misalnya saja: Bahasa Indonesia yang dipakai oleh para murid di kelas membentuk satu dialek sosial yang berbeda dengan dialek sosial petani di gunung atau dialek sosial nelayan di tepi pantai.
  5. Contoh lain adalah bahasa Jepang yang mempunyai ciri-ciri leksikal dan suprasegmental yang membedakan dialek sosial pria dan dialek sosial wanita.
  6. Sedangkan untuk dialek khusus, bahasa Kedaton yang dipakai di kesultanan Yogyakarta dan bahasa Indonesia yang digunakan oleh remaja di Jakarta dapat menjadi contoh.
  7. Masing-masing bahasawan pasti memiliki ciri-ciri bahasa yang berbeda dari ciri-ciri bahasa orang lain - variasi ini disebut idiolek (jumlah idiolek setara dengan jumlah penutur suatu bahasa, misalnya: 240 juta idiolek berarti ada 240 juta penutur bahasa).

Ya, itu dia. Pembahasan tentang Sosiolinguistik tidak berhenti di sini. Di edisi depan, kita bertemu lagi, dengan topik yang lain tentunya. Sabarlah menanti; encik dosen tamu akan kembali.

Sumber: Kridalaksana, Harimurti. 1985. Fungsi Bahasa dan Sikap Bahasa. Ende: Penerbit Nusa Indah.

  • Share/Save/Bookmark
(Berikan Rating)
Loading ... Loading ...

Berikan Komentar