Lidah Tak Bertulang

oleh munsyinakal

30 Mei, 2010 | Kategori: Lidah Tak Bertulang

- Sandi belakang truk… “hanya bisa dibaca dan dipahami segala-sesuatu tentangnya bila kunci-pembongkar sandi itu telah dikuasai pembaca.”
Sayang Whorf sudah mangkat. Kalau belum, setelah baca edisi ini di lidahibu.com, pasti dia langsung berangkat ke pesisir Pantura untuk meneliti gejala bahasa ‘teka-teki’ ini.
- “Apa hubungan Benjamin Lee Whorf dengan Bruce Lee?”
Sama-sama tidak takut api!
- …dan kambing [...]



oleh munsyinakal

6 Mei, 2010 | Kategori: Lidah Tak Bertulang

- Dengan ‘memaksa’ para staffnya untuk belajar menggunakan bahasa Inggris ‘kapan saja dan di mana saja’, Alex telah mencabuli hak berbahasa seorang warga negara.
Waduh-waduh… tapi, sepertinya, yang haknya ‘dicabuli’ itu terima-terima saja, tuh. “Mau bagaimana lagi, toh ini juga baik.” Hahaha…
- Ang Tagalog ay hindi mawawala, brother! (Tagalog tak akan terlindas zaman, bung!)”
Bagaimana dengan Cebu, [...]



oleh munsyinakal

28 Maret, 2010 | Kategori: Lidah Tak Bertulang

- Sekaten One of Yogyakarta Cultural Strength (sic!)
+ Language, One of Yogyakarta Cultural Weakness (sic! [ikut-ikutan--red.])

- Belum ada yang memprotes penggunaan nama anggota tubuh perempuan dalam judul-judul film di layar lebar.
+ Kalau diprotes, takutnya nanti perfilman Indonesia kembali matisuri.
- Sistem aksara adalah sesungguhnya salah satu dari penanda kemajuan sebuah bahasa, sebuah peradaban.
+ Semoga kesalahan pemakaian [...]



oleh munsyi nakal

12 November, 2009 | Kategori: Lidah Tak Bertulang

Satu bahasa, bahasa Indonesia
- (di)Sumpah(i) Pemuda 2009!
Presiden Satu Word per Menit
- eesbeeyee… mai preeesiden
20% dari bahasa-bahasa di dunia akan mati dan 80% lainnya sedang dalam bahaya
- 20% + 80% = 100%
Lalu, pentingkah kiranya kita melestarikan bahasa-bahasa dunia?
- Penting gak penting, tergantung kepentingan



oleh munsyinakal

28 Oktober, 2009 | Kategori: Lidah Tak Bertulang

Cerdas Kreatif Meneroka Bahasa
–Semoga tidak berhenti di ruang seminar ber-AC saja. Sebarkan! Semangat!
Marhaban ya Ramadan. Are you ready?
–Insyaallah, redi pisan, euy!
Selama Lebaran umat muslim ‘menyediakan seisi rumahnya (full house)’
–Ha-ha-ha, Lebaran apa main kartu?
Liburan di ‘tempat’
–Bertualang itu tak harus berpindah tempat.
Satu tahun LIDAHIBU
–Tenang, kiamat belum dekat.



oleh munsyinakal

15 September, 2009 | Kategori: Lidah Tak Bertulang

Pascademitosisasi
- Sepertinya untuk melafalkannya saja sudah menguras tenaga.
Ternyata, preposisi, yang selam ini dianggap sepele, bisa membingungkan juga.
- Biasanya, hal-hal penting, memang sering dianggap sepele.
LIDAHIBU hadirkan tawaran padanan untuk 10 istilah dalam Konser Metal.
- Tunggu padanan lain untuk konser Jazz, Punk, dan Rapp. He-he-he…
‘Foodcourt Plaza Campus’
- Ckckck… tak jera-jera juga.



Oleh Munsyinakal

24 Mei, 2009 | Kategori: Lidah Tak Bertulang

- Ternyata ada nama yang bisa menjadi kata.
Lalu, sudahkah Anda lidahibu hari ini?
- Struktur frasa Bahasa Indonesia: diterangkan - menerangkan.
auk ah, gelap!
- Pak Putu: ‘berfaedah’ dan ‘hiburan’ tidak sepangkat.
Tapi ‘Linguistik berfaedah’ dan ‘hiburan’ sepangkat, toh, Pak?



Oleh Munsyinakal

21 April, 2009 | Kategori: Lidah Tak Bertulang

Awak LIDAHIBU menemukan surat suara pemilu yang pencetakan nama calegnya bervariasi. Ada yang huruf kapital yang (mungkin) sengaja diperbesar ukuran hurufnya.
Mungkinkah stilistika diselewengkan?



Oleh Munsyinakal

17 April, 2009 | Kategori: Lidah Tak Bertulang

Isi Sumpah Pemuda: Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa kita…
Itu Sumpah Pemuda negara mana?
Operation Iraqi Liberation (OIL): tak lulus sensor.
Yang ’sahih’ memang harus disensor.
“Apa yang membuat frasa Lumpur Lapindo berbeda dengan Lumpur Sidoarjo?”
Tanya saja sama yang punya Perusahaan.
“Ah, ketika dewasa nanti saya ingin menjadi seorang J. S. Badudu.”
Kalau saya, ingin jadi Cinta Laura saja.



Oleh Munsyinakal

17 April, 2009 | Kategori: Lidah Tak Bertulang

CLEAN: NO WAY MONEY POLITIC!
Harap dimaklumi saja…
“Coba pikirkan: ada orang dari Pulau Jawa, lahir, dan akan mati di tanah airnya sendiri, menjadi turis asing di negrinya.”
Dipikir-pikir, aneh tapi nyata!
Kehadiran bahasa Inggris juga pertanda keragaman Indonesia.
Ya-ya-ya…
Amin Rais: ‘Yusril mau jadi presiden, bahasa Inggrisnya saja belepotan, tidak lancar.”
Emangnya mau jadi presiden negara mana, pak?